Perusahaan Singapura Manfaatkan Kemudahan Investasi di Batam

Investor asal Singapura, PT Infocus Customer International Indonesia menanamkan investasinya sebesar Rp50 miliar atau sekira USD5 juta. Perusahaan yang memanfaatkan program Izin Investasi 3 Jam (i23J) ini akan membangun industri perakitan dan pembuatan smartphone merek Sharp di Batam.

Perusahaan ini berinvestasi melalui program Ijin Investasi 3 Jam (i23J) yang diluncurkan Badan Pengusahaan (BP) Batam 2016 lalu. Perusahaan yang bernaung di bawah bendera Foxconn Tecnology Group itu mampu mendapatkan delapan perizinan hanya dalam waktu tiga jam.

“Aplikasi pendaftaran untuk i23J sudah kami mulai via online sepekan laku. Nah hari ini kami mengurus delapan izin tersebut, dan prosesnya ternyata cepat sekira 3 jam. Kami mengapresiasi kemudahan perizinan yang diberikan BP Batam,” ungkap Country Director PT Sukaca Purwokardjono kepada wartawan seperti diberitakan Selasa 4 April 2017.

Sukaca mengatakan, perusahaannya berinvestasi di bidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel atau smartphone setelah melihat pangsa pasar smartphone di Indonesia masih sangat menjanjikan.

Untuk tahap awal, kata Sukaca, PT Infocus Customer Internasional Indonesia menanamkan investasinya sebesar USD5 juta atau sekira Rp5 miliar.

“Smartphone merek Sharp ini akan diproduksi di kawasan industri Sat Nusa Persada, Pelita, Batam,” ujarnya.

Dalam memproduksi smartphone 4G LTE ini, PT Infocus Customer International Indonesia bekerjasama dengan perusahaan lokal yakni PT Sat Nusa Persada, Batam.

Pihaknya berharap, industri smartphone di Batam semakin menggairahkan investasi di Batam khususnya di bidang industri peralatan komunikasi tanpa kabel.

Kepala BP Batam Hatanto Reksodipoetro menyambut baik kehadiran perusahaan asal Singapura tersebut berinvestasi di Batam. Hal ini menunjukkan bahwa Batam masih punya prospek bagus dibandingkan negara-negara lain untuk berinvestasi, khususnya industri smartphone.

“Kehadiran PT infocus Customer International Indonesia kita harapkan dapat menarik animo perusahaan-perusahaan lain yang bergerak di industri yang sama untuk berinvestasi di Batam, terlebih dengan kemudahan perizinan investasi yang kami berikan,” kata Hatanto.

Deputi 5 BP Batam, Gusmardi Bustami menambahkan, terdapat empat perusahaan telah beroperasi dengan memanfaatkan fasilitas i23J dan Kemudahan Investasi Langsung Konstruksi (KILK).

Tiga perusahaan itu adalah; PT Blackmagic Design Manufacturing (Australia) dengan nilai investasi USD4 juta, PT Esun Internasional Utama Indonesia (Singapura) investasi USD4 juta, PT LNG Easy Batam (Singapura) investasi USD88 juta, dan PT Enerco RPO Internasional (PMDN) investasi USD90 juta.

“Kami akan terus berusaha menjamin proses perizinan yang lebih mudah dan cepat melalui sistem layanan i23J baik untuk investor asing maupun domestik,” pungkasnya.

Sumber : http://ekonomi.metrotvnews.com/mikro/gNQx7OYK-perusahaan-singapura-manfaatkan-kemudahan-investasi-di-batam

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *